Senin, 26 September 2016

Law of Resonance

Judul                                 : Law of Resonance (Membangkitkan Getaran Hati untuk Mereguk    Kebahagiaan Sejati)
Pengarang                     : Pierre Franckh
Penerbit                         : Ufuk Press
Tahun                              : 2009        
Halaman                         : 363 dan vi
Jenis                                 : Motivasi



Buku yang menjelaskan antara keyakinan dan kekuatan pikiran untuk memberikan hasil sebagaimana yang dikehendaki. Apa yang diinginkan itu perlu untuk digaungkan sehingga alam semesta itu mendukung dan akhirnya memberikan hasil sebagaimana kita harapkan.
Pembahasan di bagi menjadi dua bagian yang terdiri atas 32 bab. Bagian pertama terdiri atas 11 bab dan bagian dua dendan 21 bab. Bagian dan bab ini digunakan untuk memahami apa yang dimaksud oleh penulis mengenai yang perlu kita lakukan.
Dalam salah satu babnya diterangkan bagaimana jika kita ini sebelum tidur mendengarkan berita dari televisi apapun isinya, apalagi jika bencana dan tragedi akan sangat berpengaruh dalam istirahat kita. Apa artinya? Bahwa apa yang kita dengar itu akan merasuk dalam diri dan terbawa dalam tidur. Tidak heran ketika bangun badan bukannya segar namun malah lemas.
Memupuk rasa percaya diri, sikap positif yang bisa dibuktikan dengan pilihan-pilihan yang positif seperti mengonsumsi hiburan baik, bacaan inspiratif, dan hal-hal yang baik dalam hidup. Apa yang biasa dilakukan ini juga diucapkan dalam hati dengan sungguh-sungguh dan penuh kepercayaan, jangan kaget jika akan memanen yang sama di kemudian hari.
Sikap ini membantu kita untuk menjalani proses kehidupan dengan lebih optimis dan antusias. Sudah ada yang mengatur dan bagian kita adalah menjalaninya dengan tekun, rendah hati, dan terbuka.

Sedikit catatan, namanya juga buku motivasi, lepas dari  konteks iman yang menyatakan bahwa semua ada di dalam perencanaan Tuhan. Namun jauh jika dikatakan bahwa buku ini menjauhkan dari relasi dengan Tuhan. Tergantung bagaimana memahami dan membacanya. Ada jembatan antara yaitu iman, kadang apa yang kita jalani, yakini, dan pilih itu belum tentu menghasilkan seperti harapan kita. Semua tergantung kita, dan buku ini tidak salah jika dikaitkan dengan ilmu agama sebenarnya.

                

2 komentar: